Workshop Penerapan Teknologi Penginderaan Jauh Untuk Identifikasi Bencana Pesisir

Berkembangnya berbagai kepentingan akibat padatnya populasi membuat wilayah pesisir menyangga beban lingkungan berat yang diakibatkan oleh pemanfaatan yang tidak terkendali, tidak teratur serta tidak mempertimbangkan penggunaan teknologi yang ramah lingkungan. Hal ini diperberat pula oleh kenyataan bahwa wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil rentan terhadap perubahan lingkungan dan bencana alam baik dari darat dan laut seperti erosi atau abrasi, sedimentasi, banjir, tanah longsor, gempa bumi, tsunami, badai, kenaikan paras air laut (sea level rise / SLR), pencemaran dan lain sebagainya.

Dinamisnya lingkungan pesisir membutuhkan suatu metode yang tepat untuk pemantauan kejadian bencana tersebut. Teknologi remote sensing merupakan suatu metode yang sangat efektif untuk memantau dan mengidentifikasi bencana di daerah pesisir karena mampu merekam parameter-parameter oseanografi dalam cakupan luas dalam waktu yang bersamaan secara kontinyu.

Workshop penerapan teknologi penginderaan jauh untuk identifikasi bencana pesisir dilaksanakan pada hari selasa 24 Oktober 2017 oleh Laboratorium Ocean Modeling dan Laboratorium Ocean Remote Sensing UPT Laboratorium Terpadu Universitas Diponegoro Semarang. Workshop tersebut bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan teknis peneliti pada bidang penerapan teknologi penginderaan jauh dan penggunaan perangkat lunak SIG sebagai identifikasi bencana pesisir.

Narasumber kegiatan ini :

  1. Sc.Anindya Wirasatria,ST.,M.Si.,M.Sc Corem Undip
  2. Magaly Koch (Boston University, USA)
  3. Awaluddin H. Kaimuddin,Ph.D (University of Western Brittany,France)
Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.

UPT Laboratorium Terpadu, Universitas DIPONEGORO Jl. Prof. Soedarto, SH-Tembalang, Semarang 50239 INDONESIA EMAIL : labterpadu@live.undip.ac.id