Pelatihan Analisis HPLC dan RT-PCR Untuk Identifikasi Halal

Kromatografi adalah suatu teknik pemisahan campuran berdasarkan perbedaan kecepatan perambatan komponen dalam medium tertentu, prinsip pemisahan kromatografi yaitu adanya distribusi komponen dalam fase diam (stationer) dan fase gerak (mobile) berdasarkan perbedaan sifat fisik komponen yang akan dipisahkan. Kelebihan yang dimiliki kromatografi HPLC dalam penentuan pemisahan ion atau logam antara lain kecepatan, sensitivitas, selektivitas, pendetektian yang serempak, kestabilan pada kolom pemisah. Pemilihan teknik kromatografi ion didasarkan pada kemampuan untuk melakukan pendeteksian secara simultan, mudah dalam pengoperasian, mempunyai kecepatan analisis dan akurasi hasil yang cukup tinggi serta memiliki kolom pemisah yang cukup stabil sehingga dapat digunakan kembali.

Metode RT-PCR merupakan analisis yang didasarkan pada teknik perbanyakan (replika) DNA secara enzimatik tanpa menggunakan organisme. Tahapan RT-PCR secara umum sama dengan PCR tetapi terdapat keunggulan metode RT-PCR selain waktunya yang singkat (efektivitas tinggi), spesifikasi dan sensitivitas yang sangat tinggi dibanding metode RT-PCR lainnya. DNA pelacak dalam analisis obat halal menggunakan DNA babi. Metode ini digunakan untuk produk yang telah mengalami proses pengolahan yag menyebabkan DNA rusak sehingga tidak jelas dilihatĀ  pada gel elektroforesis. Pada RT-PCR hasil analisis pada gel elektroforesis menjadi lebih nyata positif atau negatif karena bercak DNA sampel telah diperkuat dengan DNA pelacak dalam tahap southern hybridization.

Hasil analisis menggunakan RT-PCR dapat diaplikasikan pada berbagai produk obat, vaksin, cangkang kapsul, produk vitamin. Meskipun telah diolah sedemikian rupa DNA babi tetap dapat terdeteksi dengan baik menggunakan metode ini.

Pelatihan ini dilaksanakan pada hari Kamis 15 Maret 2018 bertempat di Ruang Seminar UPT Laboratorium Terpadu Universitas Diponegoro dengan narasumber Prof.Dr.Widayat,ST.,MT , Dr.rer.nat.Anto Budiharjo,S.Si.,M.Biotech serta perwakilan dari Indotech Scientific.

Jumlah peserta sebanyak tiga puluh orang terdiri dari dosen, laboran maupun teknisi dari Universitas Semarang, Universitas PGRIS, Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung dan Universitas Diponegoro. Tujuan diselenggarakan pelatihan ini untuk peningkatan kompetensi, pengetahuan, sikap komitmen terhadap kehalalan produk melalui penerapan sistem jaminan halal, menyusun merencanakan dan mengimplementasikan sistem jaminan halal melalui proses manajemen yang efektif dan efisien.