RSAL Dr Ramelan Jalin Kerja Sama dengan Universitas Diponegoro Tekait Teknologi Prototipe Tangan Eksoskeleton

Prototipe tangan eksoskeleton hasil kerjasama Rumah Sakit Angkatan Laut (Rumkital) Dr. Ramelan dengan Universitas Diponegoro dalam hal pengembangan teknologi di bidang kedokteran. Prototipe ini ditujukan bagi para penderita stroke dan kecacatan anggota gerak tubuh akibat cedera pada persendian atau tulang, agar bisa bergerak bebas dan beraktivitas normal seperti sedia kala.

Prototipe tangan eksoskeleton ini juga bisa bermanfaat bagi penderita patah tulang ataupun akibat dari kecelakaan. Selain itu prototipe mempunyai dua cara penggunaan yang dikombinasikan dengan tubuh manusia, yaitu :

  1. Prototipe tangan eksoskeleton dengan sensor gerak otot

Penggunaan prototipe dengan teknik ini lebih menitik beratkan pada pemanfaatan kemampuan gerak otot bagian tubuh yang masih dapat berfungsi dengan baik. Gerakan ini diakibatkan oleh kontraksi otot bisep yang kemungkinan akan dapat menstimulasi kinerja dari alat prototipe tersebut.

  1. Prototipe tangan eksoskeleton dengan gelombang otak (EEG elektro ensevalo)

Untuk penggunaan prototipe dengan teknik ini berfokus pada gelombang otak manusia dengan cara kerja memanfaatkan alat semacam topi yang dipasangkan pada kepala pasien. Topi tersebut akan membantu mendeteksi sekaligus membaca perntah pemakainya melalui gelombang yang akan mengalir dari otak.  Kinerja ini dianalogikan seperti kita menerima perintah suatu beda kemudian diterjemahkan otak untuk membuka dan menutup, melipat dan meluruskan lengan

Meskipun begitu prototipe ini masih mengalami kendala, yaitu kompleksitas dari isi pikiran manusia dan juga prototipe ini masih dalam tahap pengembangan.

Informasi tangan eksoskeleton telah dimuat dalam :

  1. Media Jawa Pos dengan judul RSAL dan Undip Kembangkan Tangan Eksoskeleton
  2. Media Tribun Jatim dengan judul RSAL Dr. Ramelan Jalin Kerja Sama dengan Universitas Diponegoro, Terkait Hal Apa ?